Kini Facebook menjadi salah satu jejaring sosial terbesar di dunia dengan jumlah pengguna lebih dari 2 miliar. Artikel ini akan membahas tentang Facebook Indonesia Summit 2019.

Sementara pengguna Facebook di Indonesia pun bisa dibilang banyak dengan bermacam-macam varian penggunaan, mulai dari bersilaturahmi, update status, penyebaran informasi, hiburan, sampai berjualan.

Hal inilah yang mendorong Facebook untuk mengadakan Facebook Indonesia Summit 2019 di Jakarta. Sekilas, program ini ditujukan untuk merayakan semangat komunitas dan bisnis di Indonesia untuk melangkah bersama di masa digital.

Facebook Indonesia Summit 2019 ini sendiri mempertemukan perwakilan-perwakilan dari komunitas, bisnis, dan pemerintah untuk membuatkan dongeng dan pengalaman perihal dampak positif serta perkembangan terbaru dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Selanjutnya, Facebook pun meluncurkan sebuah studi gres mengenai dampak sosial dan ekonomi dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp di Indonesia. Pada survei yang dilakukan dalam studi tersebut, terlihat bahwa aplikasi-aplikasi milik Facebook sanggup memfasilitasi ekspansi pasar domestik dan internasional.

Bisnis yang disurvei oleh Facebook menyatakan bahwa Facebook, WhatsApp, dan Instagram bisa menciptakan penjualan mendapatkan pesanan kota yang sama dengan persentase terbanyak mencapai 95%, pesanan dari pelanggan di luar kota dengan jumlah 68%, dan mendapatkan penjualan internasional dengan jumlah 16%.

Berdasarkan survei lainnya, sampai 81% orang yang disurvei menyampaikan bahwa aplikasi-aplikasi milik Facebook ini bisa membantu meningkatkan keterampilan pada individu dengan komposisi 79% keterampilan digital, 75% keterampilan literasi, 73% keterampilan bahasa, 69% keterampilan vokasi, dan 69% keterampilan non-teknis (soft skill).

Bahkan dari survei yang dilakukan, 98% dari orang yang disurvei dan mempunyai jalan masuk internet akan memakai setidaknya satu aplikasi jejaring sosial keluarga Facebook, mulai dari WhatsApp, Instagram, Facebook, maupun Messenger.

Aplikasi-aplikasi ini sanggup membantu menjalin hubungan yang lebih erat, baik dari jarak jauh maupun akrab sekalipun. Selanjutnya, Facebook juga melaksanakan survei kepada komunitas dan organisasi.

Survei kepada komunitas dan organisasi ini memaparkan dampak positif dari aplikasi-aplikasi milik Facebook yang sanggup membangun serta memperkuat komunitas dan organisasi, dimana 94% komunitas menyampaikan bahwa menciptakan mereka merasa lebih terhubung dengan anggota dan 94% komunitas menyatakan bahwa aplikasi dari Facebook sanggup meningkatkan pinjaman yang diterima terkait tujuan advokasi.

Salah satunya komunitas Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) yang anggotanya bertambah menjadi 65.000 orang di grup Facebook. Kini telah menjadi third party fact checker resmi dari Facebook. Kini komunitas tersebut membantu juga dalam mengembangkan aplikasi chat bot di atas platform WhatsApp yang sanggup mendeteksi misinformasi.

Tak hanya individu, komunitas, dan organisasi saja Facebook memperlihatkan dampak positif melainkan juga dalam hal komunikasi pemerintah dengan masyarakat.

Dari aparatur negara sipil yang disurvei, 95% menyatakan bahwa aplikasi-aplikasi Facebook mempermudah mereka untuk menjangkau masyarakat, 67% memakai aplikasi-aplikasi Facebook untuk memahami sentimen masyarakat, dan 88% memakai aplikasi tersebut untuk mendapatkan dan menjawab masukan.

Direktorat Jenderal Imigrasi merupakan salah satu forum pemerintah yang sangat terbantu dengan adanya aplikasi-aplikasi dari Facebook ini dalam meningkatkan jumlah warga yang dilayani setiap harinya. Selain menjawab 70 pertanyaan setiap hari lewat aplikasi-aplikasi Facebook, Direktorat Jenderal Imigrasi juga memperlihatkan notifikasi pembuatan paspor melalui WhatsApp.

Bisa dibilang dengan kehadiran aplikasi-aplikasi Facebook ini sanggup memperlihatkan dampak positif bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia, mulai dari mendukung bisnis dan ekonomi, memberdayakan individu dan komunitas, serta mendukung e-government yang efektif.